Apa yang dikatakan dokter ahli gizi tentang Susu
Dokter ahli gizi
umumnya menekankan bahwa susu adalah makanan pendamping atau pelengkap, bukan makanan utama. Susu bermanfaat sebagai sumber protein, kalsium, dan vitamin, tetapi konsumsinya tidak boleh berlebihan karena risiko obesitas dan gangguan penyerapan zat besi. Sumber protein hewani lokal seperti telur dan ikan dianggap lebih krusial.
Berikut adalah poin-poin penting komentar dokter ahli gizi tentang susu:
- Bukan Makanan Utama: Susu hanyalah pelengkap (suplemen nutrisi) dan tidak boleh menggantikan makanan pokok yang bergizi seimbang (real food).
- Kebutuhan vs Berlebihan: Konsumsi susu terlalu banyak (misal hingga 2 liter/hari) tidak realistis dan berisiko menimbulkan obesitas serta gangguan pencernaan.
- Risiko Gula Tinggi: Ahli gizi menyoroti risiko susu kemasan atau “minuman rasa susu” dengan gula tinggi yang dapat membuat anak kenyang semu dan menolak makanan utama.
- Alternatif Protein: Susu bukanlah satu-satunya sumber protein, dan dapat digantikan dengan telur, ikan, atau daging yang lebih terjangkau dan padat gizi.
- Intoleransi Laktosa: Banyak masyarakat Asia Tenggara mengalami intoleransi laktosa, sehingga konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan.
- Pilih Susu Segar: Lebih disarankan memilih susu segar pasteurisasi daripada susu UHT yang dipanaskan tinggi untuk mendapatkan nutrisi maksimal











